Kuliah di Depok

Kuliner Depok

UMKM Depok

Recent Posts

Ice Cream Goreng: Bisnis Beromzet Belasan Juta Rupiah

4:04 PM Add Comment
Dunia Bisnis - Anda penyuka ice cream atau es krim? Jenis es krim apa saja yang sudah pernah dicoba? Pernah makan es krim tapi digoreng? Jika belum, 'Ice Cream Goreng' Polariz akan menyajikannya untuk anda.


Susi (36), si pemilik mengatakan, Ice Cream Goreng ini diciptakan untuk memberi variasi yang berbeda dari es krim yang pernah ditemukan seperti biasanya. Dengan menyediakan 9 rasa, seperti cokelat, durian, strawberry, vanila, neopolitan (strawberry, cokelat, vanila), mocca, Mr Black (cokelat ada oreonya), sweet oreo (es krimnya vanila ada oreonya) membuat es krim ini semakin bervariasi. Dengan hanya membayar Rp 9.000 per bungkusnya, pembeli sudah merasakan sensai panas dinginnya.

"Lapisan luarnya kita pakai tepung roti, di dalamnya es krim. Kita semua home industri dan dirancang khusus untuk es krim goreng jadi digoreng enggak cepat cair," kata Susi saat dijumpai detikFinance, seperti dikutip, Senin (18/2/2013).

Dia mengatakan, dalam sehari biasanya mampu meraup omzet hingga Rp 500-600 ribu, atau sekitar Rp 15-16 juta per bulannya.

Saat ini, dia menyebutkan pihaknya sudah memiliki 20 outlet yang tersebar di wilayah Jabodetabek. "Sekarang lagi launching di Bogor dan Bandung," katanya.

Bagi yang tertarik, bisa bergabung dengan menyiapkan investasi sebesar Rp 11 juta lengkap dengan gerobak dan isinya. Keuntungannya 100% untuk mitra.

"Setelah berinvestasi jadi hak milik selamanya. Selain dapat gerobaknya, kita juga kasih 4 lusin es krim dengan 4 rasa, bebas milih. Biasanya 4 lusin dari kita, 5 lusinnya belanja sendiri. Satu lusin harganya Rp 43.200, dijual Rp 7.000 satuannya," ujarnya.

Dalam pameran 'Pesta Wirausaha' yang diadakan Komunitas Tangan Di Atas (TDA), di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Susi menargetkan menggaet 20 mitra. "Target 3 hari kita bisa gandeng 20 mitra," kata Susi. (Peluang Usaha)

Pasar Properti di Jawa Timur Melesat

4:02 PM Add Comment
Dunia Bisnis -  Perkembangan pasar properti di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami pertumbuhan pesat. Tahun ini saja diperkirakan pertumbuhan pasar di kawasan tersebut akan mencapai 30%.


Sepanjang tahun 2012, para pengembang properti di wilayah Jatim telah membangun 13.000 rumah. Pesat dan berkembangnya pertumbuhan pembangunan rumah di Jawa Timur berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi di tempat tersebut.

"Harga tanah di Jatim juga terus naik. Tahun lalu Jawa Timur membangun 13.000 rumah lebih rendah dari target yang seharusnya 25 ribu tahun lalu," kata Wakil Ketua Umum Bidang Pertanahan Real Estate Indonesia Teguh Kinarto saat ditemui di Kementerian Perindustrian Jakarta, Kamis (22/2/2013).

Sementara itu untuk lokasi pembangunan paling pesat, Teguh menyebut daerah-daerah seperti Gresik, Sidoarjo, Jember, Pasuruan dan Surabaya
Ia menambahkan tahun 2013 ditargetkan pertumbuhan pasar properti di Jatim mencapai 25-30%.

"Tahun ini perkiraan kita naik 25-30% dari 13.000. Daerah-daerah seperti Gresik, Sidoarjo, Jember, Pasuruan itu juga pesat. Kalo rumah sederhana itu tidak lebih dari 60 meter tetapi tergantung strategi bisnisnya. Supaya bisa masuk dihargai Rp 90 juta," katanya.

Ia juga mengatakan sangat mendukung upaya pemerintah untuk membangun jalur tol Surabaya-Kertosono. Dengan jalan tol itu, maka bisnis properti di provinsi Jawa Timur akan semakin berkembang.

"Pembangunan tol Surabaya-Kertosono pasti ada pengaruhnya. Jadi seperti Bandung Jakarta itu gampang toh. Harga tanah untuk rumah murah di Jatim itu sudah Rp 100.000/meter. Itu tanah mentah untuk pinggiran kota. Kalau di kota itu harga tanah mentah Rp 1 juta/meter saja sulit. Jadi memang pembangunan rumah murah menjadi penggerak ekonomi makro," katanya.

100 Ribu Pengusaha Wanita Ditargetkan Melek IT

3:55 PM Add Comment
Dunia Bisnis - Dalam setahun ke depan, 100 ribu pengusaha wanita skala usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia ditargetkan sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk kepentingan bisnis yang bisa memberikan dampak ekonomi multiplier effect bagi masyarakat menengah bawah.


Upaya pemberdayaan wanita Indonesia ini merupakan inisiatif Yayasan Cherie Blair milik istri mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, yang didukung penuh oleh Indosat bersama induk perusahaannya Qtel Group, Nokia, Kementerian Kominfo, dan Kementerian Koperasi & UKM.

Dalam sambutannya, Cherie Blair mengaku senang inisiatifnya dalam memberdayakan para wanita di dunia, termasuk di Indonesia, disambut dengan baik. Ia percaya, wanita juga bisa mandiri dan maju dalam hal bisnis jika mengikuti perkembangan teknologi informasi.

"Wanita harus memanfaatkan IT untuk maju. Dengan perkembangan internet saat ini, kehadiran mobile application khusus wanita akan sangat membantu mereka berbisnis lebih baik," katanya dalam acara yang digelar di Thamrin City, Jakarta, Kamis (6/12/2012).

Dalam acara ini, Cherie Blair beserta Indosat, Qtel Group, dan Nokia meluncurkan aplikasi khusus "Usaha Wanita" yang bisa diakses lewat fitur Nokia Life+ yang ada di seluruh feature phone Nokia mulai dari harga Rp 300 ribuan, yang memang ditargetkan untuk skala kecil menengah.

Di dalam aplikasi ini, Cherie Blair akan memberikan tutorial yang sudah dialih bahasa menjadi Bahasa Indonesia tentang bagaimana memulai bisnis yang baik. Selain itu, tersedia juga berbagai informasi dan topik seputar manajemen bisnis, perbankan, konsumen, pemasaran, serta akses kredit dan kompetensi pribadi.

Deputy Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring, menyambut baik inisitif ini karena bisa menumbuhkan sektor industri yang digerakkan wanita. Menurutnya, dari total populasi penduduk 240 juta, pengusaha wanita tak sampai 1% atau kurang dari 240 ribu.

"Entrepreneur wanita masih di bawah 1%. Padahal dari jumlah populasi, wanita masih lebih banyak dari laki-laki. Jadi masih banyak yang harus dilakukan. Itu sebabnya kami sangat mendukung upaya Cherie Blair untuk empowering women entreprenuer melalui akses teknologi," ujarnya.

Meliadi percaya, penetrasi teknologi di kalangan wanita sudah tak sulit dilakukan karena hampir semua wanita sudah terbiasa berkomunikasi menggunakan ponsel. Baik untuk sekadar telepon, SMS, maupun chatting. Kebiasaan ini jika didorong untuk hal yang positif lewat pemanfaatan IT diyakini akan lebih bermanfaat.

Sementara, Hesti Diyahanita Priamsari, Division Head Professional Segment Indosat, menargetkan dengan adanya program ini ada sedikitnya 50 ribu hingga 100 ribu pengusaha wanita dari kalangan menengah bawah yang akan memanfaatkan aplikasi ini untuk membantu usaha bisnisnya.